sembung-ngawi.desa.id – Pada hari Selasa (19/11/2024) bertempat di Kantor Kepala Desa Sembung Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi tepatnya di Balai Desa, para pelaku usaha pertanian mengikuti Kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Desa Sembung Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi yaitu Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pertanian sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dalam memanfaatkan teknologi sederhana yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi lokal untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian dalam rangka pemberdayaan masyarakat Desa Sembung.

Pada tahun sebelumnya Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pertanian berupa Pembuatan pupuk organik Mikro Organisme Lokal (MOL) yaitu bahan organik yang difermentasi untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan bahan-bahan utama Karbohidrat (nasi basi, air cucian beras, singkong dan limbah buah), Glukosa (gula merah, air kelapa), dan Sumber mikroorganisme (limbah dapur, sisa sayuran dan buah atau rumen sapi (bagian lambung terbesar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan fermentasi makanan)).
Dengan didampingi oleh Koordinator dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Karangjati, Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pertanian tahun 2024 ini berupa Pembuatan Pupuk Organik Padat (Kompos) bahan kotoran Kambing dan Perbanyakan APH (Trichoderma, Beauviria, Paenibacillus) Padat.
Cara membuat Kompos yaitu mencampurkan bahan kotoran Kambing dengan sekam, limbah daun, abu, cairan EM4 (Molase) untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk, dan air. Campuran harus lembap tetapi tidak basah kuyup.

Proses Pengomposan yaitu dengan menutup campuran dengan terpal dan diaduk secara berkala setiap satu atau dua minggu dengan memastikan suhu tumpukan tetap hangat. Panas yang dihasilkan selama proses pengomposan menandakan bahwa proses berjalan dengan baik hingga beberapa minggu atau bulan, tergantung kondisi lingkungan. Setelah pupuk Kompos matang, warnanya akan berubah menjadi cokelat gelap dan dari segi baunya tidak menyengat.
Manfaat Pembuatan kompos adalah :
Selanjutnya Pelatihan perbanyakan APH (Trichoderma, Beauviria, Paenibacillus) Padat dengan memakai media Jagung, Beras, Ketan dan Karak.
Trichoderma adalah jamur yang memiliki peran penting dalam pertanian sebagai Agen Pengendali Hayati (APH) atau biokontrol, karena bersifat antagonis yaitu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan jamur patogen lain (jamur patogen adalah jamur yang menyebabkan penyakit sehingga terjadi infeksi dan kerusakan dalam hal ini pada tanaman).
Beauveria bassiana adalah jamur yang sering digunakan untuk mengendalikan hama serangga, terutama ulat grayak.
Paenibacillus polymyxa adalah bakteri yang juga dapat digunakan sebagai agen biokontrol untuk mengendalikan penyakit tanaman, termasuk penyakit blas pada padi.

Cara Perbanyakan :

Aplikasi Trichoderma dari media padat :
Aplikasi pada pupuk kandang :
Aplikasi untuk media cair
Yang perlu diperhatikan :
Sumber : Bapak Toha Maksum, SP (Petugas POPT Kec. Karangjati)
Manfaat Perbanyakan APH Padat adalah :