SEMBUNGKU BERKARYA, BERDAYA, BERJAYA !!!

Artikel

Pelatihan TTG Pertanian Dukung Ketahanan Pangan

05 Mei 2025 12:23:48  Pungky Kusuma Dewi  635 Kali Dibaca  Berita Desa

sembung-ngawi.desa.id – Pada hari Selasa (19/11/2024) bertempat di Kantor Kepala Desa Sembung Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi tepatnya di Balai Desa, para pelaku usaha pertanian mengikuti Kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Desa Sembung Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi yaitu Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pertanian sebagai upaya untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dalam memanfaatkan teknologi sederhana yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kondisi lokal untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian dalam rangka pemberdayaan masyarakat Desa Sembung.

Pada tahun sebelumnya Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pertanian berupa Pembuatan pupuk organik Mikro Organisme Lokal (MOL) yaitu bahan organik yang difermentasi untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan bahan-bahan utama Karbohidrat (nasi basi, air cucian beras, singkong dan limbah buah), Glukosa (gula merah, air kelapa), dan Sumber mikroorganisme (limbah dapur, sisa sayuran dan buah atau rumen sapi (bagian lambung terbesar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan dan fermentasi makanan)).

Dengan didampingi oleh Koordinator dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Karangjati, Pelatihan Teknologi Tepat Guna Pertanian tahun 2024 ini berupa Pembuatan Pupuk Organik Padat (Kompos) bahan kotoran Kambing dan Perbanyakan APH (Trichoderma, Beauviria, Paenibacillus) Padat.

Cara membuat Kompos yaitu mencampurkan bahan kotoran Kambing  dengan sekam, limbah daun, abu, cairan EM4 (Molase) untuk mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kualitas pupuk, dan air. Campuran harus lembap tetapi tidak basah kuyup.

Proses Pengomposan yaitu dengan menutup campuran dengan terpal dan diaduk secara berkala setiap satu atau dua minggu dengan memastikan suhu tumpukan tetap hangat. Panas yang dihasilkan selama proses pengomposan menandakan bahwa proses berjalan dengan baik hingga beberapa minggu atau bulan, tergantung kondisi lingkungan. Setelah pupuk Kompos matang, warnanya akan berubah menjadi cokelat gelap dan dari segi baunya tidak menyengat. 

Manfaat Pembuatan kompos adalah :

  • Dapat meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan menambah keanekaragaman mikroorganisme.
  • Dapat mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan.
  • Tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan panen yang lebih baik, sehingga mendukung ketahanan pangan.

Selanjutnya Pelatihan perbanyakan APH (Trichoderma, Beauviria, Paenibacillus) Padat dengan memakai media Jagung, Beras, Ketan dan Karak.

Trichoderma adalah jamur yang memiliki peran penting dalam pertanian sebagai Agen Pengendali Hayati (APH) atau biokontrol, karena bersifat antagonis yaitu dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan jamur patogen lain (jamur patogen adalah jamur yang menyebabkan penyakit sehingga terjadi infeksi dan kerusakan dalam hal ini pada tanaman).

Beauveria bassiana adalah jamur yang sering digunakan untuk mengendalikan hama serangga, terutama ulat grayak. 

Paenibacillus polymyxa adalah bakteri yang juga dapat digunakan sebagai agen biokontrol untuk mengendalikan penyakit tanaman, termasuk penyakit blas pada padi. 

Cara Perbanyakan :

  • Mencuci bahan-bahan perbanyakan (Jagung, Beras, Ketan dan Karak.)
  • Merendam dengan air panas + 5 menit
  • Mengukus selama 20 – 30 menit tergantung banyak sedikitnya bahan.
  • Mendinginkan dan setelah dingin
  • Menulari dengan jamur
  • Membungkus dan inkubasi

Aplikasi Trichoderma dari media padat :

  • 1 kantong biakan padat (200 gr) diencerkan ke dalam ember sebanyak 14 liter, diremas remas hingga massa jamur terlepas, disaring dimasukkan ke dalam tangki dan disemprotkan ke kompos atau dikocorkan di tanah dekat pangkal batang.

Aplikasi pada pupuk kandang :

  • Dosis aplikasi 1 kg Trichoderma di biakkan pada kompos 50 kg di inkubasi selama 21 hari dan siap digunakan sebagi pupuk dasar sebelum olah tanah atau pada lubang tanam.

Aplikasi untuk media cair

  • Dosis Aplikasi :100 - 200 gram / 14 liter air.

 Yang perlu diperhatikan :

  1. Saat aplikasi Trichoderma tidak disarankan untuk aplikasi fungisida
  2. Aplikasi sebelum tanam (Preemtif)
  3. Tangki harus bersih terutama dari vahan vahan kimia
  4. Aplikasi pda pertanaman sebaiknya dilakukan pagi atau siang hari

Sumber : Bapak Toha Maksum, SP (Petugas POPT Kec. Karangjati)

Manfaat Perbanyakan APH Padat adalah :

  • Membantu meningkatkan kesuburan tanah
  • Membantu mengendalikan hama dan penyakit tanaman dengan cara yang ramah lingkungan, tanpa menggunakan pestisida kimiawi.
  • Membantu meningkatkan kualitas tanaman sehingga dapat tumbuh lebih sehat
  • Meningkatkan hasil panen tanaman sehingga mendukung ketahanan pangan.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image  
 

 Statistik

 Arsip Artikel

 Agenda

 Sinergi Program

 Pemerintah Desa

 Komentar

 Media Sosial

 Peta Wilayah Desa

 Peta Lokasi Kantor


Kantor Desa
Alamat : Jalan Karya Usaha No. 41 RT. 001 RW. 002 Dusun Sembung I
Desa : Sembung
Kecamatan : Karangjati
Kabupaten : Ngawi
Kodepos : 63284
Telepon : 662082
Email : desasembung2020@gmail.com

 Statistik Pengunjung

  • Hari ini:134
    Kemarin:355
    Total Pengunjung:254.099
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.41.188.32
    Browser:Tidak ditemukan